Hukrim

Dana Panwas Malteng

Pekan Ini Jaksa Presure Pemanggilan Saksi

MR-101 | Senin, 04 September 2017 - 08:56:20 WIB | dibaca: 217 pembaca

AMBON,MR.- Penyidikan dugaan kasus korupsi dana Pengawasan pilkada (Panwas),Kabupaten Maluku Tengah (Malteng),Jaksa penyidik Kejaksaan Negeri Maluku Tengah akan mempresure pemanggilan saksi dalam penyidikan kasus untuk pekan ini.

Plh Kasi Pidsus,Kejari Malteng, Bobby Virgo Siregar kepada koran ini mengungkapkan,untuk penyidikan lanjutan kasus dana Panwas Malteng tahun 2017 sebesar Rp.10,8 miliar itu,jaksa penyidik Kejari Malteng akan mengagendakan pemanggilan saksi untuk pengembangan kasus tersebut dalam pekan ini.

"Untuk dana Panwas Malteng,pekan ini kami sudah boleh melakukan pemeriksaan saksi-saksi,kemungkinan saksi-saksi yang dipanggil bisa juga saksi yang pertama kali sejak kasus ini masih ditahap penyelidikan," tutur Siregar ramah melalui selulernya kepada Koran ini akhir pekan kemarin.

Dijelaskannya,sejak naik status ke penyidikan,jaksa telah memeriksa kurang lebih 14 orang,dan tim penyidik Kejari Malteng juga akan tetap mengawal kasus ini sampai tuntas.

"Prinsipnya kami serius dalam penyidikan kasus ini,tidak ada kompromi atau tidak ada tutup-tutupi jika kasus tersebut merujuk nantinya kepada orang tertentu pasti kami proses,tidak ada tebang pilih," tegasnya.

Selain itu ketika ditanya apakah agenda pemanggilan saksi saksi pekan ini salah satu diantaranya ketua Panwas Malteng juga akan dipanggil untuk dimintai keterangan,dirinya berdalih dengan mengatakan belum ada kepastian.

"Kalau soal ketua Panwas Stenly Mailisa saya belum bisa memastikannya,namun dipastikan akan dilakukan pemeriksaan yang bersangkutan,karena dirinya selaku Ketua Panwas dan Kuasa pengguna anggran (KPA)jadi pasti mengetahui secara dalam terkait hal ini.Kemudian saksi yang dipanggil nanti pun saya tidak mengetahui karena semua dalam arahan tim penyidik,sehingga saya tidak bisa berkomentar banyak lantas demi kepentingan penyidikan," kuncinya.

Sebagaimana diketahui dugaan korupsi untuk kasus ini,tim intelejen Kejari Malteng mendapatkan laporan dan melakukan pengumpulan data dan pengumpulan bahan dan keterangan. Setelah diteliti tim intelejen menemukan bukti kuat dugaan korupsi dalam pengelolaan dana pengawasan pilkada Tahun 2017,di Panwas Malteng sebesar Rp.10,8 miliar.

Pada saat kasus ini naik ditahap penyelidikan tim pidana khusus Kejari Malteng memeriksa tiga orang saksi sejak Kamis 13 Juli 2017,mereka diantaranya Bendahara Panwas J.Watimury,Sekretaris Panwas J.Nirahua, dan Kepala Dinas Keuangan dan Aset Daerah,Junaidi Ali.

Dari hasil penyilidikan tim jaksa telah menemukan bukti-bukti laporan pertanggungjawaban yang merupakan hasil rekayasa dan juga terjadi fiktif dari anggaran tersebut. (MR-10).










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)