Politik

PDIP Lobi Terus Partai-Partai Pendukung Ahok

MR-101 | Jumat, 12 Agustus 2016 - 11:34:44 WIB | dibaca: 163 pembaca

JAKARTA,MR — Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Hasto Kristiyanto mengatakan, partainya terus mendekati dan menjalin komunikasi dengan partai-partai koalisi pendukung Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, yani Partai Hanura, Partai NasDem, dan partai Golkar.

"Proses dialog terus dilakukan apalagi terhadap partai pengusung pemerintah," kata Hasto di kantornya pada Rabu malam, 10 Agustus 2016. PDIP, menurut dia, bakal mengumumkan pasangan calon yang akan diusung sebelum pendaftaran dibuka pada awal September nanti. "Kami sedang mencari momentum yang baik untuk mengumumkannya."

Dia menjelaskan, PDIP masih membuka kemungkinan koalisi dengan partai lain. Saat ini, PDIP masih berkonsentrasi menyelesaikan strategi pemenangan pemilihan kepala daerah serentak pada tahun depan di seluruh daerah. Beberapa hari ke depan, akan dibentuk tim kampanye di daerah, pengawas, dan saksi-saksi.

PDIP belum mengumumkan siapa calon yang akan diusung. Sedangkan Koalisi kekeluargaan yang salah satu motornya PDIP mendeklarasikan tak mendukung Ahok dalam pilkada nanti. PDIP Jakarta pun telah menyampaikan kepada Megawati perihal penolakan kader Jakarta terhadap Ahok. Beberapa nama calon sedang dibahas PDIP, namun Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini yang paling santer menjadi calon kuat.

Mengenai Koalisi Kekeluargaan untuk Pilkada DKI Jakarta yang pada 8 Agustus lalu deklarasi, Hasto menyatakan, setiap partai yang kuat dan yang lemah saling membantu. Konsep itu adalah pelaksanaan prinsip gotong-royong. Walau merespons positif, PDIP belum tentu melanjutkan kerja sama politik itu. "Masih tahap penjajakan, membangun kesepahaman dengan calon yang akan diusung."

Menurut Hasto, Koalisi Kekeluargaan dibuat sejumlah pengurus partai di tingkat daerah. Dia tidak mempermasalahkan jika Pelaksana Tugas Ketua PDIP DKI Jakarta Bambang Dwi Hartono bekerjasama dengan mereka. Toh, keputusan akhirnya soal calon dan koalisi ada di tangan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

"Bu Megawati sangat demokratis. Beliau terbuka dengan berbagai usulan. Tapi Ketika sudah diputuskan nanti, semua kader harus taat," kata Hasto. ( TEMPO )

 










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)