Hukrim

Diduga Punya WIL, Telehala Disekap

MR-101 | Selasa, 24 Oktober 2017 - 23:09:10 WIB | dibaca: 201 pembaca

AMBON, MR.com - Di duga telah memiliki Wanita Idaman Lain (WIL), Debora Gabriella Telehala ( 20 tahun) di aniaya hingga babak belur oleh pacarnya Yorheng Usmany Alias Ongen. Tak hanya mengaiya korban, pelaku Yorheng Usmany alias Ongen juga menyekap korban disalah satu rumah temannya inisial R.S yang berlokasi di Halong Baru, Kecamatan Baguala, Kota Ambon.

Informasi yang dihimpun koran ini di Mapolres P.Ambon dan P.P.Lease, Selasa (24/10), menjelaskan,kasus penganiayaan yang dilakukan pelaku Yorheng Usmany Alias Ongen kepada korban D.G. T terjadi di rumah R.S yang berlokasi di Desa Halong Baru,Kecamatan Baguala,Kota Ambon, Senin (23/10) sekitar pukul 15.00 WIT.

Peristiwa tersebut berawal dari pelaku dan korban yang menjalani hubungan dari bulan November 2015 bersepakat untuk hidup bersama di Desa Aboru Kecamatan P.Haruku Kabupaten Maluku Tengah. Perjalanan hidup bersama selang 3 tahun membuat pelaku mulai merasa jenuh tinggal bersama dengan korban di Desa Aboru sehingga pelaku kemudian mengajak korban untuk datang ke keluarganya di Ambon.

Pelaku dan korban pun berangkat dari Desa Aboru Kecamatan P.Haruk Kabupaten Maluku Tengah, pada bulan Maret 2017 untuk menjenguk keluarga pelaku di Kota Ambon. Sesampainya di Kota Ambon pelaku dan korban kemudian tinggal di rumah keluarga pelaku yang beralamat di lokasi pagar seng Kecamatan Sirimau Kota Ambon hampir kurang lebih 10 bulan. Hidup bersama dengan korban membuat pelaku yang tidak memiliki pekerjaan itu mulai bertingkah aneh kepada korban.

Hal ini tentunya membuat pelaku dan korban sering cek-cok mulut dalam hubungan yang mulai renggang di antara keduanya. Merasa jenuh tinggal bersama dengan korban di rumah keluarga pelaku selama kurang lebih 10 bulan di lokasi pagar seng, pelaku pun mengajak korban untuk mengunjungi rumah R.S. yang merupakan keluarga pelaku yang tinggal di Desa Halong Baru.

Tinggal bersama dirumah R.S., pelaku yang diduga telah memiliki wanita lain mulai menunjukan sifat kekerasannya kepada korban. Hal ini yang kemudian dilakukan oleh pelaku kepada korban saat keduanya tengah makan bersama. Entah apa persoalannya, korban dan pelaku pun mulai cek-cok mulut sehingga mengakibatkan pelaku yang naik pitam lalu melayangkan pukulan ke wajah dan tubuh korban berulang kali. Tak puas menganiaya korban, pelaku juga menyekap korban dan melarang korban untuk keluar dari kamar yang ada rumah R.S.

Korban baru diperbolehkan keluar dari kamar oleh pelaku, pada Selasa (17/10) lalu. Setelah diperbolehkan untuk keluar dari dalam kamar yang ada di rumah R.S, pelaku kemudian mengajak korban untuk mengunjungi teman-teman pelaku yang tinggal di lokasi kos-kosan belakang PLN Galala, pada Senin (23/10), sekitar pukul 21.00 WIT.

Setelah lama tak ada kabar ke keluarganya, korban yang telah lama di cari-cari oleh keluarganya akhirnya ditemukan oleh Gres Telehala kakak kandung korban saat melihat korban bersama dengan pelaku yang berada di depan PLN Desa Galala. Melihat kondisi adiknya (korban) yang memprihatinkan, Grace Telehala pun menghampiri korban dan mengajak korban untuk pulang ke rumah keluarganya yang tinggal di Desa Passo Kecamatan Baguala, Kota Ambon.

Korban dibawa pulang oleh kakak kandungnya, sementara pelaku terus membuntuti mereka dengan menggunakan sepeda motor hingga masuk ke lorong rumah keluarga. Melihat korban terus di buntuti oleh pelaku, kakak korban yang merasa kuatir dengan kondisi korban pun memberitahu keluarganya yang juga adalah anggota Polisi mengenai keberadaan pelaku yang membututi korban bersama dengan kakaknya itu.

Melihat ada keluarga korban yang berseragam Polisi membuat pelaku langsung kabur melarikan diri. Setelah dibawa masuk oleh kakak bersama keluarganya, korban pun mulai menceritakan kisah pilunya yang dialami saat hidup bersama dengan pelaku.

Kepada keluarganya, korban mengaku telah dianiaya dan disekap oleh pelaku. Bahkan akibat dari penganiayaan yang dilakukan pelaku, korban mengalami luka memar pada bagian mata kiri dan juga pada lengan kanan. Seusai mendengar kisah pilu penuh haru yang dituturkan oleh korban, keluarga korban yang tak terima anak perempuan mereka dianiya dan di sekap oleh pelaku, korban bersama keluarganya pun mendatangi Kantor Polres P.Ambon dan P.P. Lease untuk melaporkan kasus penganiayaan yang dilakukan oleh pelaku kepada korban.

Laporan penganiayaan yang dilaporkan oleh korban D.G.T. kepada Unit Sentra Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres P.Ambon dan P.P.Lease terregister dalam Laporan Polisi nomor: LP/621/X/2017/Maluku/Res Ambon.
Kasus pengaiyaan tersebut melanggar pasal 351 KUH Pidana dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara.

Paur Humas Polres P.Ambon dan P.P.Lease IPDA Karimudin yang dikonfirmasi media ini mengatakan, kasus penganiayaan yang dilakukan oleh pelaku Yorheng Usmany Alias Ongen telah ditangani oleh Unit PPA (Perlindungan Perempuan dan Anak) Satreskrim Polres P.Ambon yang telah mengamankan pelaku. (MR-07)










Komentar Via Website : 4
AwalKembali 1 LanjutAkhir


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)