Hukrim

Jaksa Banding, Dirut Poltek Diganjar Empat Tahun Penjara

MR-101 | Rabu, 07 Juni 2017 - 09:37:01 WIB | dibaca: 131 pembaca

AMBON, MR.-  Divonis dua tahun penjara di Pengadilan Tipikor Ambon pada Maret 2017 lalu, jaksa penuntut umum, Roly Manampiring melakukan banding atas putusan majelis hakim . Kini mantan Plt Dirut Poltek Negeri Ambon Ferdinand Sekeroney malah diganjar empat tahun penjara.

"Ya benar putusan bandingnya sudah turun, hukumannya ditambah menjadi 4 tahun," sebut Humas Pengadilan Tipikor Ambon Hery Setyobudi, Selasa, kepada Mimbar Rakyat di ruang kerjanya.

Dikatakannya, selain penambahan hukuman penjara, Ferdinand Sekeroney juga diwajibkan membayar denda Rp 200 juta subsider 2 bulan penjara.

"Ferdinand juga diharuskan membayar uang pengganti sebesar Rp 625.825.816.- atau subsider kurungan 6 bulan. Padahal sebelumnya, dia hanya diwajibkan membayar denda sebesar Rp 50 juta ketika divonis Pengadilan Tipikor Ambon,"katanya.

 Sebagaimana diketahui sebelumnya, Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Ambon pada Maret 2017 lalu menjatuhkan vonis dua tahun penjara terhadap Ferdinand Sekerony,  mantan pelaksana tugas Direktur Politeknik Negeri Ambon dalam kasus korupsi dana pengadaan lahan tahun 2010 senilai Rp 455 juta. 

Majelis hakim yang diketuai Samsidar Nawawi dengan anggota RA Didi Ismiatun serta Bernard Panjaitan itu menghukum terdakwa dengan vonis 2 tahun penjara, denda Rp50 juta subsider satu bulan kurungan. Terdakwa juga dihukum bayar uang pengganti sebesar Rp10 juta subsider satu bulan kurungan.

 Putusan majelis hakim itu lebih ringan dari tuntutan Rolly Manampiring yang sebelumnya meminta terdakwa dihukum selama tiga tahun penjara. Rolly juga meminta kepada Majelis Hakim agar terdakwa dihukum membayar denda Rp 50 juta subsider tiga bulan kurungan dan membayar uang pengganti sebesar Rp150 juta. (MR-10).










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)