Hukrim

Jaksa Kejar Aktor Utama WFC Namlea

MR-101 | Selasa, 24 Oktober 2017 - 23:19:01 WIB | dibaca: 91 pembaca

AMBON, MR.com - Korps Adhyaksa masih mengintensifkan penyidikan perkara dugaan korupsi proyek reklamasi Pantai Namlea. Dimana pemeriksaan terhadap saksi-saksi berlangsung di dua tempat, yaitu, di kantor Kejati Maluku dan Kejari Namlea Kabupaten Buru.

Selasa (24/10) saksi kontraktor dari Direktur PT Nata Persada Indonesia, berinisial WP. kembali diperiksa jaksa penyidik sebagai pemeriksaan tambahan.

Informasi yang berhasil dihimpun menyebutkan saksi adalah pihak pembuat tiang pancang yang diorder oleh kontraktor pelaksana sebanyak 300 buah itu.

Sayang sekali, Kasipenkum Kejati Maluku tidak menjelaskan, peran saksi WP. Dia hanya mengatakan, yang bersangkutan diperiksa secara maraton oleh Jaksa penyidik Adam Saimima dan Ahmad Latupono. "Pemeriksaan yang bersangkutan guna untuk memperkuat bukti jaksa dalam pengumpulan data dan keterangan.dan pemeriksaan yang bersangkutan merupakan pemeriksaan tambahan," terang Samy melalui pesan singkat selulernya Selasa (24/10) malam.

Sebelumnya diberitakan, perusahaan pembuat tiang pancang akan dipanggil. “Informasi yang sampai di Kejati, hanya disampaikan kalau pembuat tiang pancang akan diperiksa. Sedang mengenai siapa inisialnya, belum ada informasi,” terang Samy di kantor Kejati Maluku Senin (16/10) lalu.

Penyidikan perkara ini tim jaksa disebut-sebut masih harus mengejar banyak bukti. Tidak cuma temuan lapangan, jika proyek tersebut berpotensi merugikan keuangan negara dengan indikasi nol persen realisasi pekerjaan. "Salah satunya keterangan dari pihak penyedia tiang pancang itu," kata sumber Kejati.

Salah satu jaksa penyidikan, Ikram Ohoiulun menjelaskan, apalagi penetapan tersangka, hal itu tidak mudah. Tim jaksa masih harus bekerja ekstra keras mengejar bukti-bukti. “Penetapan tersangka itu tidak mudah. Kita kan musti Pulbaket dulu. Mengumpulkan bahan dan keterangan, juga bukti-bukti,” kata jaksa penyidik Ikram Ohoiulun, Senin (9/10) lalu.

Penyidikan perkara proyek Water Front City di Namlea, mulai dintensifkan sejak (5/10) lalu. Dua saksi dicercar jaksa penyidikan. Masing-masing MIH, Sekretaris Pokja proyek Water Front City, diperiksa Jaksa R Sampe dengan 40 pertanyaan. Sementara ARP, berkapasitas Sekretaris panitia peneliti kontrak, diperiksa Jaksa Weny Relmasira.

Pemeriksaan atas dua saksi tersebut guna menjawab teka-teki seputar pelaksanaan tender proyek yang diduga janggal. Bukan saja agar proyek tersebut dapat dipastikan oleh tim jaksa penyidikan, terindikasi merugikan keuangan negara.

Namun soal indikasi kerugian keuangan negara, itu dapat dilihat dari realisasi dua item pekerjaaan. Masing-masing pemasangan tiang pancang sebanyak 300 tiang belum terpasang. Kedua, penimbunan kawasan reklamasi sesuai tender harusnya menggunakan tanah pilihan, tapi dipakai sisa pembuangan proyek Lapangan Terbang Namniwel di Desa Sawa, Kecamatan Liliani Kabupaten Buru.

Yang mana pembayaran terhadap dua pekerjaan itu sesuai laporan pihak pelaksana telah cair 100 persen. Yaitu, Tahap I Tahun Anggaran 2015 dan Tahun Anggaran 2016 dengan total mencapai Rp 4,9 miliar. (MR-07)










Komentar Via Website : 4
AwalKembali 1 LanjutAkhir


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)