Hukrim

Korupsi Bandara Arara, Endang dan Santos Divonis Berbeda

MR-101 | Selasa, 05 September 2017 - 10:03:28 WIB | dibaca: 167 pembaca

AMBON, MR.- Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Pengadilan Negeri Ambon memvonis kembali dua terdakwa kasus korupsi proyek studi kelayakan pembangunan Bandara Arara yakni Endang Saptawaty selaku ahli teknik sipil dan Widodo Budi Santoso.

Mereka divonis secara bervariasi oleh Majelis Hakim. Sidang dengan agenda pembacaan putusan ini dipimpin Hakim Ketua Jemmy Wally didampingi Samsider Nawawi dan Hery Liliantoro selaku hakim anggota,berlangsung Senin (4/9).

"Persidangan yang terhormat kedua terdakwa sebagaimana diketahui Endang Saptawaty selaku PT. Wiratman yang memberikan informasi tentang rencana pembangunan Bandara Arara tahun 2015 dan yang menandatangani empat laporan hasil survei, dan Widodo Budi Santoso alias Santos yang memalsukan tanda tangan kontrak oleh pihak PT. BSC selaku penyedian jasa dalam proyek tersebut," tegas Hakim dalam amar putusan yang dibacakan dipersidangan.

Kedua terdakwa terbukti secara sah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama sebagaimana dalam dakwaan subsider kemudian menjatuhkan pidana kepada terdakwa Endang Saptawaty dengan penjara selama dua tahun dan denda sebesar Rp 50 juta,dengan ketentuan jika denda tidak dibayar maka diganti dengan kurungan selama satu bulan,sedangkan Widodo Budi Santoso alias Santos divonis tiga tahun penjara dan denda sebesar Rp 50 juta.

Ketentuan jika denda tidak dibayar, maka diganti dengan kurungan penjara selama satu bulan. Menurut Hakim, kedua terdakwa terbukti melanggar pasal 3 jo pasal 18 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi jo pasal 55 (1) ke-KUHP.

"Membebankan terdakwa Budi Santoso alias Santos untuk membayar uang pengganti sebesar Rp 448 juta lebih paling dalam waktu satu bulan ketika putusan tersebut bersifat hukum tetap apabila tidak dibayar maka akan disita seluruh harta terdakwa dan dilelang oleh JPU untuk membayar uang pengganti kerugian negara.Tedakwa Endang Saptawaty tidak dihukum untuk membayar uang pengganti", usai membacakan amar putusan, majelis hakim kembali menanyakan kepada kedua terdakwa melalui kuasa hukum masing-masing,dan menurut kuasa hukum mengatakan pikir-pikir.

JPU, Kejari Wahai, Kabupaten Maluku Tengah Ajid Latuconsina dan Azer Orno,juga menyatakan pikir-pikir. Sidang langsung ditutup majelis hakim dengan syarat, jika selama satu minggu belum ada laporan gugatan melalui kuasa hukum terdakwa dan JPU berarti putusan tersebut dinyatakan sah.

Dari pantauan koran ini usai persidangan ketika para terdakwa keluar dari ruang sidang terdakwa Endang Saptawaty dengan fisik yang lemas kemudian dituntun dari belakang keluar dari ruang sidang. Diketahui, pengadilan negeri Ambon, sebelumnya telah memvonis terdakwa mantan Kadis Perhubungan Maluku Benjamin Gaspersz dengan dua tahun enam bulan dan Kabid Perhubungan Udara Jhon Rante,dengan satu satu tahun enam bulan penjara. (MR-07).










Komentar Via Website : 2
Manfaat Teh Hijau Untuk Kesehatan Mata
06 September 2017 - 16:50:32 WIB
Manfaat Teh Hijau Untuk Kesehatan Mata > http://goo.gl/F3rQTM
cara mengatasi mata berair
25 April 2018 - 15:03:55 WIB
always be happy
AwalKembali 1 LanjutAkhir


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)