Ekonomi & Bisnis

KUR Dorong Pengembangan UMKM di Maluku

MR-101 | Kamis, 05 Oktober 2017 - 06:46:28 WIB | dibaca: 52 pembaca

AMBON, MR.- Kebijakan pemerintah terkait Kredit Usaha Rakyat (KUR) dianggap mampu mendorong pengembangan usaha mikro dan kecil di Maluku. Demikian ungkap Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Maluku, Bambang Hermanto kepada wartawan di kantornya (3/10).

Dijelaskan, pada posisi Bulan Agustus 2017 sebanyak debitur pengusaha di 11 kota/kabupaten telah menikmati penyaluran kredit, dengan bunga rendah sebesar 9% dan debet penyaluran KUR sebesar Rp.408 Miliar, melalui bank-bank pelaksana KUR yakni BRI, BNI Bank Mandiri dan Bank Artha Graha.

Hermanto menegaskan, sesuai data yang dihimpun dari bank-bank pelaksana KUR, jumlah debitur KUR posisi Agustus 2017 meningkat dibandingkan dengan tahun 2016 yang tercatat sebanyak 23.817 debitur, dengan nominal baki debet penyaluran KUR posisi Desember 2016 sebesar Rp364,43 Miliar, meningkat 11,88% (ytd) atau sebesar Rp.43,30 Miliar.

Pertumbuhan KUR yang cukup signifikan tersebut diimbangi dengan kualitas kredit yang terjaga cukup baik dengan rasio Non Performing Loan (NPL) sebesar 2,30%. Walau demikian lanjut Hermanto, pertumbuhan tersebut didominasi oleh jenis KUR Mikro-Kredit Modal Kerja sebesar Rp200,13 Miliar dan KUR Ritel-KMK sebesar Rp108,40 Miliar. Sedangkan, porsi penyaluran terbesar berdasarkan jenis KUR berada pada KUR MIKRO sebesar Rp.279,69 Miliar atau 68,60% dari total penyaluran KUR.

"KUR Mikro diberikan dengan plafon maksimal Rp25 Juta sedangkan KUR Ritel diberikan dengan plafon Rp25 juta sampai dengan Rp500 juta," bebernya.

Pencapaian tersebut diharapkan dapat terus berlanjut guna pengembangan ekonomi di Provinsi Maluku dan selain itu, pembiayaan oleh perbankan kepada sektor produktif merupakan motor penggerak utama dalam pembangunan ekonomi daerah, menciptakan lapangan kerja baru dan mengurangi tingkat kemiskinan," demikian Bambang. (MR-06) .










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)