Ekonomi & Bisnis

Pekan Ekonomi Syariah Siap Digelar

MR-101 | Jumat, 20 Oktober 2017 - 15:06:03 WIB | dibaca: 91 pembaca

AMBON, MR.- Pekan Ekonomi Syariah tahun 2017 digelar di Maluku-Kota Ambon, 24 hingga 29 Oktober mendatang.

Pekan ekonomi ini diselenggarakan atas kerjasama Bank Indonesia (BI), Otoritas jasa Keuangan (OJK) Maluku, dan Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) dengan menggandeng Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ambon.
Kepada awak media dalam konfrensi pers yang digelar di BI Maluku (20/10) Kepala BI Perwakilan Maluku, Bambang Pramasudi menyatakan, pelaksanaan PES tahun ini mengusung tema "meningkatkan kesejahteraan umat melalui optimalisasi pengelolaan dan penggunaan wakaf tunai /produktif, serta Zakat, infag, dan shadaqoh"dalam PES ini akan ada berbagai rangkaian kegiatan yang dilakukan baik yang dipusatkan di kampus IAIN sendiri maupun di lapangan merdeka kota Ambon. diantaranya, pengukuhan kepengurusan baru Masyarakat Ekonomi Syariah Provinsi Maluku dilanjutkan dengan seminar nasional yang bertujuan ntuk memperkenalkan sekaligus menambah
wawasan terkait pemanfaatan wakaf dan dana ZIS bagi masyarakat di provinsi Maluku.

Dilanjutkan juga dengan penandatanganan Memorendum of Understanding (MoU) negeri binaan yakni Mamala dan Morela termasuk juga dua perguruan tinggi IAIN dan Universitas Darusalam Ambon. Sementara pada tanggal 29 Oktober nanti akan dilanjutkan dengan kegiatan Maluku Halal Food Festival dengan melibatkan 30 UMKM syariah di kota Ambon.

"Pameran ini hanya akan menampilkan dan mempromosikan makanan atau kuliner halal umat muslim, ini upaya kita
untuk meningkatkan awareness masyarakat Maluku terhadap gaya hidup syariah yang melipurti 3F (food, fashion,
finance)," ungkap Pramasudi.
Dirinya mengharapkan, kegiatan MES dapat mendorong pertumbuhan ekonomi di Maluku.

Di tempat yang sama, Kepala
OJK Perwakilan Maluku, Bambang Hermanto yang merupakan Ketua MES provinsi Maluku menyatakan, MES adalah
organisasi independen yang memiliki anggota atau lembaga yang bersama berkerja untuk mengembangkan ekonomi
berazaskan syariah islam, serta tunduk pada peraturan perundang-undangan.

"MES sudah ada sejak beberapa tahun lalu, namun karena alasan tertentu sempat tidak beroperasi dan di tahun
2016 lalu baru mulai dikembangkan lagi, dan tahun ini akan dikukuhkan kepengurusannya oleh pengurus MES Pusat dan mulai bekerja dengan berbagai kegiatan inovasi baru," ungkap Hermanto.
menyangkut seminar Nasional lanjut Hermanto,akan dihadiri oleh ketua umum pengurus MES Pusat, Muliaman.D Hadad, dan narasumber dari berbagai instansi baik kantor pusat OJK, kantor pusat BI Maluku, Ketua Baznas provinsi Maluku, dan akademisi dari universitas airlangga. (MR-06)










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)