Ekonomi & Bisnis

Pemerintah Dorong Pembentukan Holding BUMDes

MR-101 | Jumat, 12 Agustus 2016 - 17:34:29 WIB | dibaca: 100 pembaca

JAKARTA – Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (DPDTT) Eko Putro Sandjojo membuktikan komitmen mempercepat pengembangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Di antaranya dengan mempercepat teknis kerja sama Kementerian DPDTT dengan Badan Urusan Logistik (BULOG) dan Bank Negara Indonesia (BNI) untuk membantu memberdayakan BUMDes.

“Desa maju yang infrastruktur dasarnya sudah terpenuhi, kami arahkan untuk pengembangan BUMDes yang intinya adalah small holding di level desa,” ujar Eko dalam pesan elektronik yang diterima, Rabu (10/8).

Untuk membangun kerja sama tersebut, dana desa yang mencapai Rp 600-700 juta kata Eko, bisa dimanfaatkan untuk mendirikan satu badan usaha mikro antara desa dengan BNI. Selanjut desa juga bisa bekeja sama dengan Bulog terkait pengadaan sarana pascapanen.

“Problem di Indonesia untuk sektor industri sudah cukup bagus, walaupun masih ada room untuk pengembangan. Tapi ketersediaan pascapanen masih belum ada. Jadi kami akan buat unit pasca panen yang soft di level desa. Yang bisa jadi rekanan Bulog, mungkin seperti beras,” ujar Eko.

Menurut Eko, untuk mengembangkan produk-produk desa, hal yang bisa dilakukan antara lain dengan menerapkan one village one product (satu desa satu produk unggulan). Karena diyakini dapat menarik perhatian investor dan konsumen. Selain itu, sistem tersebut juga dipercaya mampu memperpendek rantai distribusi.

“Di desa-desa kita, satu desa komoditinya macam-macam dan skalanya kecil-kecil, tidak ada economic of skill. Sehingga perlu program one village one product. Bila perlu 10 village one product, nantinya bisa menarik investor untuk juga membantu sarana pasca panen. Kementerian Koperasi dan UMKM juga akan membantu untuk sarana pasca panen ini,” ujar Eko.(gir/jpnn)










    Komentar Via Website : 0


    Nama

    Email

    Komentar



    Masukkan 6 kode diatas)