Amboina

Pormes Desak Pelaku Pencabulan Anak Dihukum Berat

MR-101 | Senin, 23 Oktober 2017 - 19:25:49 WIB | dibaca: 168 pembaca

AMBON, MR.com - Ketua komisi I DPRD kota Ambon, Zeth Pormes mendesak pihak kepolisian resort pulau Ambon dan PP Lease untuk segera menangkap para pelaku pencabulan anak di bawah umur yang terjadi beberapa waktu lalu di jalan pantai Mardika. Pasalnya, hingga hampir dua minggu kejadian tersebut, polisi masih lakukan pengembangan kasus dan belum mengarah pada penetapan tersangka.

"Sebagai wakil rakyat kami mendesak pihak kepolisian untuk menangkap para pelaku pencabulan segera dan memproses mereka seberat-beratnya sesuai undang-undang yang berlaku," tandas Pormes kepada Mimbar Rakyat melalui sambungan selulernya, Senin (23/10).

Desakan ini penting sebab menurut Pormes selain agar polisi bisa bergerak cepat, tetapi juga karena tindakan asusila tersebut apalagi menimpa anak di bawah umur bisa dikategorikan kejahatan luar biasa yang butuh penanganan dan tindakan segera agar tidak berdampak negatif di kemudian hari terutama bagi korban dan anak-anak lainnya.

Pasalnya, Pormes mengungkapkan, tindakan asusila beberapa waktu terakhir ini juga sudah marak terjadi di kota Ambon. Karenanya, harus diproteksi dan para pelaku harus diberi efek jera luar biasa sehingga perbuatannya tidak terulang kemudian hari.

"Kalau polisi bergerak cepat dan pelaku bisa diproses, itu lebih baik dan kita apresiasi. Karena tindakan asusila bisa kita kategori kejadian luar biasa, beberapa waktu terakhir ini terjadi. Apalagi menimpa anak di bawah umur. Para pelaku harus diberi efek jera dan masyarakat yang mengkonsumsi informasi juga perlu diproteksi dan pendidikan yang baik," tegas politisi partai Golkar itu.

Untuk memproteksi dan menghindari kejadian-kejadian serupa terjadi kemudian hari di kota Ambon kata Pormes, pihaknya meminta Pemkot Ambon melalui SKPD terkait untuk mengintensifkan sosialisasi Perda tentang perlindungan hukum bagi perempuan dan anak korban tindak kekerasan, ke masyarakat kota Ambon dan semua elemen.

Berikut, tindakan pencegahan ketika kejadian sudah terjadi dan penanganan atau pendampingan maksimal bagi para korban, terutama dalam pemulihan masalah psikologi, apalagi bagi anak di bawah umur.

"Kita berharap dinas terkait intensif sosialisasi Perda itu. Berikut melakukan langkah pencegahan, penanganan atau pendampingan intensif bagi para korban terutama pemulihan psikologi apalagi korbannya anak di bawah umur. Peran ini harus dimainkan benar oleh Dinsos dan elemen terkait lain," tukas Pormes.

Terhadap korban asusila terkini berusia 8 tahun yang masih di rawat di RSUD Dr Haulussy Ambon, yang kabarnya mengalami penelantaran atau kurang diperhatikan, Pormes mengaku pihaknya
sudah berkomunikasi dengan Dinsos dan pihak terkait lain untuk melakukan pendampingan dan perhatian full bagi korban dalam semua aspek termasuk psikologi yang memang pastinya terganggu.

"Kita sudah desak Dinsos untuk segera penanganan dan pendampingan full bagi korban. Masalah psikologi itu yang sangat penting, karena bukan saja berdampak untuk hari ini tapi kedepannya terhadap pendidikan dan masa depannya. Ini yang harus dilihat secara serius oleh Dinsos," pungkas Pormes. (MR-05)










Komentar Via Website : 1
Cara Mengatasi Nyeri Haid
16 November 2017 - 09:05:20 WIB
AwalKembali 1 LanjutAkhir


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)