Ekonomi & Bisnis

Ratusan Pedagang Amplaz Gelar Aksi Mogok

MR-101 | Jumat, 28 Juli 2017 - 18:32:35 WIB | dibaca: 1951 pembaca

AMBON,MR.- Ratusan pedagang pada pusat pembelanjaan Ambon Plaza (Amplaz) Ambon menggelar aksi mogok menuntut pihak pengelola PT Modern Multi Guna untuk tidak menaikkan biaya pelayanan. Tuntutan untuk tidak menaikkan biaya pelayanan disertai dengan aksi mogok berjualan hingga tuntutan dipenuhi.

Koordinator pedagang Ambon Plaza,  Irfan Hamka menjelaskan, kenaikan biaya pelayanan terjadi berulang sejak tahun 2015 sebesar Rp 31.500, kemudian kenaikan kembali terjadi di tahun 2016 Rp 40.000 dan tahun 2017 meningkat 20 persen menjadi Rp 48.000.

"Kenaikan sebesar 20 persen di tahun ini tidak sebanding dengan layanan yang diberikan pihak pengelola yakni fasilitas umum eskalator dan alat pemadam kebakaran atau hydrant yang tidak berfungsi maksimal," katanya di Ambon, Kamis.

Ia mengatakan, fasilitas umum yang tersedia di pusat perbelanjaan Ambon Plaza tidak berfungsi dengan baik, eskalator dan alat pemadam kebakaran banyak yang rusak dan tidak diperbaiki oleh pengelola.

"Hydrant yang ada di Amplas tidak diperbaiki bahkan janji agar dilakukan simulasi oleh damkar, ternyata sampai saat ini tidak pernah dilaksanakan. Kemudian ada beberapa eskalator tidak berfungsi, beberapa waktu lalu sempat diperbaiki karena ada  kenaikan, tetapi jika tidak ada kenaikan maka dipastikan sampai tahun depan baru berfungsi," ujarnya.

Diakuinya, tahun 2016 ketika pedagang menolak kenaikan biaya pelayanan, pengelola melakukan pemadaman lampu sebagai bentuk tidak beraktifitasnya para pedagang.

"Tetapi pemeliharaan dan pengelolaan tidak sebanding dengan biaya yang kita keluarkan. Jika kita lihat sekarang hujan banjir dan banyak bagian yang bocor, apakah itu sebanding dengan biaya pelayanan yang diberikan," tandas Irfan.

Ia menegaskan, aksi demo yang dilakukan bukan saja dari koperasi himpunan pedagang Amplas tetapi dari seluruh pedagang yang merasa selama ini  selalu tertekan, kita tuntut tidak ada kenikan service charge, tetapi semua janji diselesaikan.
    
"Kita memiliki hak atas kios milik pribadi, kita sudah beli punya hak guna bangunan  sampai tahun 2024, dan harus digaris bawahi bahwa kita tidak sewa tetapi sudah beli, kalau beli ini hak kita," tegasnya.

Sementara itu  Dirut PT modern Mutiguna Farida Perahu Kurnala mengatakan, biaya pelayanan sebesar Rp 48.000 merupakan kebijakan pengelola demi perbaikan gedung yang usianya mencapai 23 tahun. (MR-09) 










Komentar Via Website : 1
AwalKembali 1 LanjutAkhir


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)