Maluku

Resmikan Baileo Laturake, Gubernur Ingatkan Budaya Bermusyawarah

MR-101 | Senin, 04 September 2017 - 07:28:08 WIB | dibaca: 176 pembaca

PIRU,MR.- Gubernur Maluku Said Assagaff mengingatkan tentang pentingnya budaya musyawarah di rumah adat atau Baileo, untuk mencari jalan keluar bagi masalah yang ditemui dalam masyarakat.

Pernyataan tersebut disampaikan Gubernur, saat meresmikan Baileo Hana Laturake di Negeri (desa) Laturake, Kecamatan Taniwel, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Sabtu (2/9).

Gubernur yang saat meresmikan didampingi Bupati SBB, Muhammad Yasin Payapo berharap, dengan berdirinya Baileo Hana Laturake, bisa menjadi tempat musyawarah dan tempat bertukar pikiran untuk mencapai mufakat, bagi masalah-masalah yang timbul dalam masyarakat.

“Ini pertama kalinya saya menginjakan kaki di negeri Laturake. Saya harap kalau ada masalah atau persoalan, jangan mengambil langkah terlalu jauh. Musyawaralah dan bertukar pikiranlah di 'sabuah basar' (Baileo). 'Sabuah' yang kita banggakan ini,” harapnya.

Baileo sebagai lambang rumah adat dari Bumi Raja-Raja ini, disebut Assagaff, sejatinya harus dimiliki oleh setiap negeri di provinsi Maluku. Dirinya lantas mengimbau masyarakat setempat, maupun negeri tetangga yang hadir pada, agar membantu aparat TNI dan Polri di daerah ini, dengan tetap menjaga situasi keamaanan.

“Stop 'bakalai–bakalai'. Baileo sudah dibangun. Kalau nanti ada masalah, mari kita selesaikan dalam Baileo. Bantu Pak Bupati dan aparat TNI serta Polri kita, dengan terus menjaga kestabilan keamanaan di Negeri ini," ujar Assagaff.

Assagaff juga mengajak masyarakat Negeri Laturake untuk membangun Maluku yang toleransi keberagamaanya tinggi, dan menjadikan Maluku sebagai laboratorium kerukunan hidup beragama terbaik di Indonesia. Karenanya untuk membangun Maluku harus dengan hidup bertoleransi dan saling menghargai satu sama lain. Termasuk menciptakan kerukunan hidup beragama yang terbaik di Indonesia.

"Mari bergandeng tangan meraih tujuan untuk membangun Maluku lebih baik. Jangan karena kita berbeda lalu kita jadikan itu sebagai alasan untuk saling bermusuhan dan berkelahi. Tapi mari kita jadikan perbedaan itu untuk hidup bergotong-royong," tuturnya.

Usai memberikan sambutan, Gubernur yang didampingi Bupati SBB, melakukan penggunting pita sebagai tanda peresmian baileo tersebut. Selanjutnya Gubernur ikut memakan sirih pinang di dalam Baileo, sebagai bagian dari rangkaian acara peresmian rumah adat itu.

Kedatangan Gubernur Assagaff dan rombongan ke negeri yang letaknya sekira 20 kilometer dari Ibukota Kecamatan Taniwel, yang harus ditempuh dengan medan yang tidak begitu mulus tersebut. (*)










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)