
Politisi PDIP Hendrawan Supratikno mengingatkan agar pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur jangan Ekonomi Surga dengan menjanjikan hal-hal yang hanya ada di surga. Hal itu disampaikannya dalam diskusi di KompasTV jelang debat kedua Pilkada Gubernur/Wakil Gubernur Jawa Tengah, Minggu (10/11) malam.
Anggota tim pemenangan pasangan calon Gubernur/Wakil Andhika-Hedrar yang diusung PDIP dalam Pilkada Jawa Tengah ini menjelaskan, “dalam teori hal itu disebut Nirvana Economics. Ilmu ekonomi nirwana, surga.”
Nirvana Economics atau ilmu ekonomi nirwana atau ilmu ekonomi surga yang disebutkan Hendrawan Supratikno menggambarkan janji-janji atau konsep yang sangat ideal namun sulit dicapai. Menurutnya, apa yang dibicarakan dalam konteks kampanye haruslah realistis dan dapat dilaksanakan.
“Hal-hal yang dibicarakan di luar kemampuan kita, bahkan negara maju pun tidak mampu. Jangan berbicara seperti itu,” ujarnya.
Hendrawan tampaknya mengamati fenomena dalam pilkada dimana kontestan mengumbar janji-janji kosong karena beranggapan masyarakat akan melupakannya.
“Jangan sampai ada pikiran bahwa, ah, orang kan daya ingatnya pendek, itu sebabnya kita ngabrul berjanji seenaknya hari ini, toh dua minggu lagi orang sudah lupa. Tidak boleh begitu, karena toh kita ingin melakukan pendidikan politik yang baik terhadap masyarakat, mencerdaskan, meningkatkan IQ politik masyarakat,” tambahnya.
Dalam konteks pilkada Jawa Tengah, anggota tim pemenangan Andika-Hendrar ini menyebutkan “prinsip kami, baik tidak cukup apabila yang lebik baik dimungkinkan”. Ditegaskannya bahwa “modal sosial capaian Ganjar-Yasin akan menjadi modal awal bagi siapa pun yang menang.” Hendrawan berharap agar kompetisi ini berlangsung sebagai “kompetisi persahabatan.”

People, Planet, dan Pancasila
Di sisi lain, Dedy Ramanta dari tim pemenangan Luthfi-Yasin menyampaikan pendekatan pasangan Luthfi-Yasin dalam membangun Jawa Tengah. Fokus pasangan Luthfi-Yasin adalah pada konsep “3P” yang terdiri dari People (rakyat), Planet (bumi), dan Pancasila. Dedy menegaskan bahwa program 3P ini merangkum seluruh prioritas pasangan Luthfi-Yasin dalam memajukan daerah dan masyarakat Jawa Tengah.
Dedy menjelaskan makna masing-masing aspek dari konsep 3P tersebut. “People artinya rakyat, yaitu mengatasi masalah yang dihadapi rakyat seperti kemiskinan, pengangguran, lapangan kerja, sumber daya petani,” jelasnya. Menurutnya, Luthfi-Yasin sangat menekankan pentingnya upaya memberdayakan masyarakat, terutama dalam menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan petani. Pendekatan ini bertujuan untuk memastikan rakyat mendapat perhatian utama dalam setiap kebijakan yang dijalankan.
Selanjutnya, Dedy menguraikan poin kedua, yaitu Planet. Ia menegaskan bahwa pasangan Luthfi-Yasin sangat peduli pada isu perubahan iklim. Dampaknya semakin dirasakan di berbagai daerah, termasuk Jawa Tengah. “Planet artinya memberikan perhatian terhadap perubahan iklim, terkait perubahan iklim yang dampaknya telah dirasakan bersama,” kata Dedy. Bagi pasangan Luthfi-Yasin, menjaga keberlanjutan lingkungan merupakan prioritas untuk memastikan bahwa pembangunan tidak merusak keseimbangan alam dan kualitas hidup masyarakat.
Adapun poin ketiga, yaitu Pancasila, menjadi landasan utama dari program Luthfi-Yasin. Dedy menyampaikan bahwa Pancasila bukan hanya sekadar simbol, tetapi sumber inspirasi untuk keberagaman, toleransi, serta nilai-nilai kebangsaan. “Pancasila berarti menjadikan Pancasila sebagai sumber inspirasi, teladan keberagaman, toleransi, nilai-nilai Pancasila sebagai sumber dari proses berdinamika berbangsa khususnya di Jawa Tengah,” tambahnya. Dalam pandangannya, pemahaman dan penghayatan nilai-nilai Pancasila harus menjadi dasar dalam membangun Jawa Tengah sebagai wilayah yang harmonis dan menghargai perbedaan.
